Senin, 02 Juni 2014

Teluk Triton Papua Barat

Wisata bawah laut Teluk Triton terdapat di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Daerah ini di kenal dengan keindahan bawah air yang di kenal untuk sorga bawah laut serta warisan budaya.

Lokasi di Teluk Triton ada 959 type ikan karang serta 471 type karang dimana 16 dari mereka yaitu spesies baru. Keindahan karang lunak yaitu pemandanganan air alami di Teluk Triton. Dan dengan gampang temukan Bryde’s paus mencari makanan.
Gambar kuno dari masa pra-sejarah di segi gunung tunjukkan telapak tangan serta binatang di Maimai yaitu keindahan budaya yang semenarik dunia bawah laut di Teluk ini.

Menuju Teluk Triton bisa dengan penerbangan atau kapal dengan jadual spesifik ke Kaimana lalu ke Teluk Triton, hanya satu alat transportasi yang ada yaitu transportasi laut dari Kaimana. Suatu kapal punya pemerintah daerah di Kaimana yang transit di sebagian desa Teluk Triton yang tengah dalam perjalanan ke Teluk Etna. atau mengambil longboat atau speedboat sewaan untuk pergi ke Teluk Triton. Dari Port Kaimana, bakal mengonsumsi saat seputar tiga jam dengan perahu panjang serta seputar satu 1/2 jam dengan speedboat ke Teluk Triton.

Lihat gambar kuno dari masa pra-sejarah di segi dinding gunung selama 1 Km di Maimai, Bryde’s paus di Lobo, serta menyelam atau snorkeling di dekat Temintoi, Selat Irislah, tetap dalam Teluk Triton. Anda cuma bisa lakukan perjalanan seputar lewat laut. Apabila cuaca baik, Anda bisa berkunjung ke beragam lokasi dalam sehari.



SURGA, kata yang pas untuk melukiskan istimewanya keindahan Teluk Triton di Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Untuk penggemar traveling, Teluk Triton bak surga yang tawarkan kesempurnaan. Tidak tanggung-tanggung disini Anda bakal dimanjakan dengan beragam pengalaman tidak sama.

Cobalah tenggok daerah Maimai. Di dinding tebing karang selama seputar 1 km. ada lukisan kuno peninggalan zaman prasejarah. Anda dapat melihat beragam lukisan etnik berbentuk telapak tangan, tengkorak, serta binatang. Yang menarik lukisan ini di buat di lokasi tebing karang yang susah dijangkau dengan tangan telanjang. Walau telah beratus-ratus tahun lamanya lukisan berbahan pewarna alami itu tetap terlihat terang sampai waktu ini.



Panorama website lukisan kuno di tebing karang yaitu awal dari perjalanan anda di Teluk Triton. Surprise lain dapat anda dapatkan di seputar Kampung Lobo. Anda bakal menjumpai panorama langka berbentuk atraksi mamalia raksasa di seputar perairan kampung ini. Untuk habitat paus Bryde’s tidak susah untuk menjumpai mamalia ini. Semburan air ke hawa dari lubang di punggung paus jadi pemberi tanda atraksi ini dapat selekasnya anda nikmati dari atas kapal.

Eloknya, paus-paus disini hidup serasi dengan orang-orang Teluk Triton. Walau hidup untuk nelayan, orang-orang disini tak memburu mamalia ini. Mereka berasumsi mamalia ini untuk keluarga juga penyelamat. Tidak heran bila binatang yang dapat meraih ukuran sampai 12 mtr. ini tidak segan-segan memperlihatkan diri bermain di seputar perahu nelayan.

Waktu air laut disini teduh, peluang anda melihat paus Bryde’s makin gampang. Untuk penggemar selam serta pemburu photo underwater, peluang langka untuk bermain serta mengabadikan polah binatang raksasa ini terasa sayang bila ditinggalkan.

Tetap di Kampung Lobo anda dapat juga melihat jejak peninggalan Hindia Belanda berbentuk tugu “Fort du Bus”. Dari tugu ini dapat di pastikan pada th. 1828 di Lobo sempat berdiri benteng serta pos administrasi Hindia Belanda bernama Fort du Bus.

Nama Ford du Bus di ambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa waktu itu, L. P. J. Burggraaf du Bus de Gisignies. Berdirinya benteng ini menandai dimulainya koloni Hindia Belanda di tanah Papua. Pada saat itu pemerintah Hindia Belanda juga mengangkat tiga masyarakat pribumi masing-masing yaitu Raja Namatota, Raja Lokajihia yakni Kasa, serta Lutu (orang terpandang di Lobo, Mewara serta Sendawan) untuk kepala di daerah masing-masing.

Wabah malaria yang menyerang Lobo pada th. 1835 merubah situasi. Wabah ini membunuh beberapa besar tentara Hindia Belanda disana. Pada akhirnya benteng ini juga ditinggalkan.

Untuk penggemar selam, Anda harus untuk membawa perlengkapan selam anda. Di Teluk Triton keindahan alam bawah lautnya sayang bila ditinggalkan. Disini, lokasi menyelam (dive site) yang umum dikunjungi ada di sekitar Temintoi, Selat Irislah. Kekayaan alam bawah lautnya terang tidak diragukan lagi. Menurut data Conservation International (CI) Indonesia th. 2006, perairan Teluk Triton mempunyai 959 type ikan karang, 471 type karang (16 salah satunya type baru), serta 28 type udang mantis.

Senang menyelam, menu perjalanan paling akhir yaitu nikmati indahnya senja Kaimana. Senja disini bukan hanya sembarang senja. Bila cuaca cukup baik, dapat di pastikan senja di Kaimana bakal berikan hiburan tidak terlupakan. Saat senja, torehan semburat jingga rata di langit Kaimana. Dari Teluk Triton kemengahan senja jadi waktu bola raksasa hangat laksana terbenam di telan lautan.

Untuk menjumput indahnya surga di Teluk Triton, transportasi hanya satu yaitu memakai jalur laut. Sayang, disini belum ada kapal wisata reguler yang melayani rute perjalanan diatas. Anda dapat meraihnya dengan memakai speedboat sewaan dari pelabuhan Kaimana. Cost sewa speedboat dari Kaimana di bandrol seputar Rp. 4-5 juta /hari